Doa Loreto (doa Perawan Maria): asal usul dan maknanya

Ladainha de Loreto (atau Ladainha Perawan Maria) adalah salah satu doa marian paling dicintai di Gereja: serangkaian pujian yang memuji Maria dengan berbagai gelar, masing-masing dijawab dengan “doakan kami”. Doa ini secara tradisional diikuti setelah Rosario. Panduan ini menjelaskan asal-usul, struktur, dan maknanya.
Apa itu Ladainha de Loreto?
Sebuah “ladainha” adalah doa litani, terdiri dari pujian berulang. Ladainha Loreto mengumpulkan puluhan gelar Maria – Alkitabiah, dogmatik, dan simbolis – dalam pujian doa yang melintasi seluruh misteri Ibu Allah. Doa ini dinamai berdasarkan Kuil Santa Rumah Loreto di Italia, tempat doa ini dinyanyikan dan menyebar.
Asal-usul dan Persetujuan
Litanian marian ada sejak Abad Pertengahan, tetapi bentuk Loreto ditetapkan pada abad ke-16 dan disetujui untuk seluruh Gereja oleh Paus Sisius V pada tahun 1587. Sepanjang abad-abad, para Paus menambahkan gelar-gelar: “Ibu dari Konsili yang Baik” (Leone XIII), “Ratu Perdamaian” (Bento XV), “Ratu yang Dinaikkan ke Surga” (Pius XII), dan lebih baru-baru ini, “Ibu dari Kasih Sayang”, “Ibu dari Harapan”, dan “Konselasi bagi Migran” (Francis, 2020).
Struktur
Ladainha disusun dalam kelompok pujian:
- Kepada Tritunggal Mahakudus (Tuhan, berilah ampun; Kristus, dengarlah kami …).
- Maria sebagai Ibu (Ibu Kristus, Ibu Gereja, Ibu kasih ilahi …).
- Maria sebagai Perawan (Perawan yang bijaksana, Perawan yang setia …).
- Simbol dan Perumpamaan (Cermin keadilan, Takhta kebijaksanaan, Perahu Perjanjian, Bintang Pagi …).
- Maria sebagai Ratu (Ratu para Malaikat, Ratu para Santo, Ratu Perdamaian …), terkait dengan Kudus Maria.
Pertanyaan Umum
Kapan kita berdoa Ladainha de Loreto?
Secara tradisional setelah Rosario, dan dalam perayaan marian.
Mengapa disebut “de Loreto”?
Berdasarkan Kuil Santa Rumah Loreto (Italia), tempat bentuk doa ini populer.
Responses