Johannes Paulus II – Dengan Santa Maria, dari Mendengarkan Allah ke Layanan Hidup (2001): Surat kepada Para Pelayan Maria

Surat “Con Santa Maria, dall’ascolto di Dio al servizio della vita” (29 September 2001) dari Paus Yohanes Paulus II, yang ditujukan kepada Rev.ma P. Hubert M. Moons, Prior Umum Ordo Frater Servi Maria (Servitas), pada saat Kapitel Umum di Ariccia, merupakan salah satu teks paling terfokus dari spiritualitas marian kepausan. Teks ini terdapat dalam Enchiridion Vaticanum vol. 20, paragraf 1907ss.

KoleksiEnchiridion Vaticanum vol. 20, paragraf 1907ss
PausPaus Yohanes Paulus II
DokumenSurat kepada para kapelan Ordo Frater Servi Maria bertajuk “Con Santa Maria, dall’ascolto di Dio al servizio della vita
Tanggal29 September 2001
TemaKarisma Servita: “dall’ascolto di Dio al servizio della vita” dengan Santa Maria
SumberL’Osservatore Romano 13.10.2001, halaman 10

Teks dalam Bahasa Italia

Al reverendissimo padre Hubert M. Moons, priore generale dell’Ordine dei Frati Servi di Maria.

1. «La grazia del Signore Gesù sia con voi. Il mio amore con tutti voi in Cristo Gesù!» (1Cor 16, 23). Con queste parole dell’apostolo Paolo, saluto cordialmente lei e l’intero Ordine dei Frati Servi di Maria in occasione del capitolo generale, in programma ad Ariccia dall’8 al 30 ottobre 2001. Il tema dei lavori è: «Con Santa Maria, dall’ascolto di Dio al servizio della vita». Esso richiama la vostra riflessione sulla necessità di rendere la testimonianza dell’Istituto sempre più fedele al carisma delle origini e insieme vicina alle istanze dell’uomo contemporaneo.

Terjemahan dalam Bahasa Portugis

Ao reverendíssimo padre Hubert M. Moons, prior geral da Ordem dos Frades Servos de Maria.

1. «A graça do Senhor Jesus esteja convosco. O meu amor para todos vós em Cristo Jesus!» (1Cor 16, 23). Com estas palavras do apóstolo Paulo, saúdo cordialmente Vossa Reverência e a inteira Ordem dos Frades Servos de Maria em ocasião do Capítulo Geral, programado em Ariccia de 8 a 30 outubro 2001. O tema dos trabalhos é: «Com Santa Maria, da escuta de Deus ao serviço da vida». Este chama a vossa reflexão sobre a necessidade de tornar o testemunho do Instituto sempre mais fiel ao carisma das origens e ao mesmo tempo próximo das instâncias do homem contemporâneo.

Karisma Servita: Maria e os Sete Fundadores

A Ordem dos Frades Servos de Maria (Servitas) foi fundada em Florença em 1233 pelos Sete Santos Fundadores (Bonfilio Monaldi, Bonajuncta Manetti, Manetto dell’Antella, Amadeu degli Amidei, Hugo dei Lippi-Uguccioni, Sostegno dei Sostegni, Alessio Falconieri), todos canonizados em 1888. O carisma central da Ordem é:

  1. Layanan kepada Ibu Maria, yang memberi nama “Servitas”
  2. Kehidupan Bersaudara dalam komunitas berdasarkan Aturan Santo Agustinus
  3. Devosi kepada Maria Penatangisa, Maria di kaki Salib sebagai objek yang istimewa
  4. Studi dan Pengajaran teologis, terutama dalam bidang mariologi

«Dari Mendengarkan Allah hingga Layanan Hidup»

Frasa tematik dari Kapel Umum 2001, «dari mendengarkan Allah hingga layanan hidup», sangat bermakna:

  • Mendengarkan Allah: Maria sebagai wanita dari Magnificat, yang «memperhatikan semua hal ini di dalam hatinya» (Lukas 2:19)
  • Layanan Hidup: Maria sebagai ibu kehidupan (Magnificat: «meninggikan orang-orang rendah»)
  • Pergerakan Rohani: dari kontemplasi ke tindakan, dari keintiman marian ke pertahanan kehidupan manusia yang terancam

Frasa ini merangkum program mariologi pastoral pasca-Konsili: tidak hanya doa tetapi juga layanan sosial yang terinspirasi oleh spiritualitas marian.

Koneksi dengan Ordo Marian lainnya

Ordo-ordo agama lainnya dengan karisma marian spesifik:

  • Servitas (1233): Maria Penatangisa
  • Carmelitas (abad ke-12): Maria dari Gunung Karmel, Escapulum
  • Mercedaris (1218): Maria dari Kasih, pembebasan tawanan
  • Komunitas Maria / Marianis (1817, Chaminade)
  • Putra-putra Maria Tak Bernoda / Oblat (1816, Eugene de Mazenod)
  • Komunitas Maria / Salesian (1859, St. John Bosco)
  • Komunitas Maria Montfort (1715, St. Louis Marie Grignion de Montfort)
  • Marianis (1670, St. Stanislaw Papczynski)

Warisan Pastoral

Surat tahun 2001 adalah contoh bagaimana Paus Yohanes Paulus II menghargai karisma-karisma ordo-ordo agama marian sebagai elemen-elemen vital Gereja kontemporer. Setiap ordo agama marian memiliki karisma spesifiknya, tetapi semuanya bersatu dalam tujuan yang sama: mendekatkan Gereja dengan Maria, dan melalui Maria, dengan Kristus.

Baca Lanjutan

Vita Consecrata | Redemptoris Mater | St. Louis Maria Grignion de Montfort | Onore a Maria 1995

Pasca-Sarjana di Mariologi

Ingin memperdalam pengetahuan Anda tentang Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus – sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.

Daftar atau pelajari lebih lanjut →

Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?

Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.

Pelajari Pascasarjana Mariologi

Related Articles

Responses