Antifon Marian; empat antifon Liturgi Jam.

Apa itu antífonas marianas?Antífonas marianas adalah empat himne liturgi yang dinyanyikan atau diucapkan pada akhir Completas (jam terakhir kanonik sehari) sesuai dengan musim liturgi. Mereka disebut “antífonas” karena awalnya dinyanyikan secara bergantian (antiphōnos, dalam bahasa Yunani: “suara respons”) antara dua paduan suara. Dalam tradisi Benediktin dan Breviari Romawi, empat antífona ini membentuk devosi mariana harian sepanjang tahun: Alma Redemptoris Mater pada masa Advento dan Natal, Ave Regina Caelorum dari Pembersihan hingga Jumat Suci, Regina Caeli pada masa Paskah, dan Salve Regina dari Pentakosta hingga Advento.1. Alma Redemptoris Mater (Advento dan Natal)Antífona ini mengacu pada ensiklik Paus Yohanes Paulus II, *Redemptoris Mater*, yang diterbitkan pada 25 Maret 1987.”Mère aimante du Rédempteur” dikaitkan dengan biarawan Hermannus Contractus (1013-1054) dari biara Reichenau. Himne ini dinyanyikan dari Minggu 1 Adven hingga perayaan Candelaria (2 Februari). Himne ini memuji Maria sebagai “porta yang tetap terbuka ke surga”, “étoile de la mer”, dan ibu yang melahirkan Pencipta. Secara teologis, himne ini berfokus pada paradoks maternité divine: Maria adalah “ibu Pencipta-nya” (genitrix Creatoris), sebuah ekspresi sinonim dengan Theotókos. Bagian akhir meminta perantara Maria bagi para pecinta yang berusaha bangkit.Ave Regina Caelorum (Pembersihan pada Jumat Suci)Ave Regina Caelorum (“Ave, Ratu Surga”) dinyanyikan dari perayaan Pembersihan Maria (2 Februari) hingga awal Triduum Paskah. Asal-usulnya dari zaman pertengahan, memuji Maria sebagai “akar dari mana dunia muncul” dan “pintu melalui mana cahaya masuk ke dunia”. Ini adalah himne terpendek dari empat antifon dan memiliki nada yang paling gembira. Ayat terakhir, “Doakan kami kepada Kristus, Ratu Surga”, merangkum dimensi perantara Maria.Regina Caeli (Waktu Paskah)Regina Caeli (“Ratu Surga”) dinyanyikan selama Waktu Paskah, dari Vigilia Paskah hingga Sabtu setelah Pentakosta. Asal-usulnya dari abad ke-12, mungkin dari tahun 1100-an. Struktur himne ini tiga bagian: (1) kegembiraan Maria atas kebangkitan putrinya, (2) pemenuhan nubuatan yang diterimanya dari malaikat, (3) permintaan perantara. Regina Caeli menggantikan Angelus selama Waktu Paskah. Paus Benediktus XIV (1742) menambah indulgensi pada Regina Caeli. Pada hari Minggu, pada saat Angelus (12 siang), para umat berdoa Regina Caeli alih-alih Angelus tradisional.Salve Regina (Pentakosta hingga Adven)Salve Regina (“Selamat, Ratu”) adalah himne yang paling terkenal dari empat antifon marian. Penulisnya diperdebatkan antara Hermannus Contractus, Petrus dari Mezonzo, dan Adhémar dari Monteil. Himne ini dinyanyikan selama sebagian besar tahun liturgi. Salve memanggil Maria sebagai “hidup kami, kesenangan dan harapan”, menggambarkan para umat sebagai “anak-anak Eva yang terasing” yang merenung dan menangis “di lembah air mata”, dan diakhiri dengan permohonan untuk menunjukkan Yesus setelah pengasingan di bumi. Salve diadopsi oleh Dominikan pada abad ke-13 dan menyebar luas dalam Rosario dan berbagai devosi rakyat.
Pelajari lebih lanjut: jelajahi Mariologi, doa marian, Ave Maris Stella, Teologi Marian, dan Program Pascasarjana dalam Mariologi.

Pasca-Sarjana di Mariologi

Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus, sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.

Daftar atau pelajari lebih lanjut →

Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?

Artikel ini berasal dari koleksi perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, mulai dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.

Pelajari Pascasarjana Mariologi

Related Articles

Responses