Betleem dan Maria: misteri Kelahiran

Belém dan Maria: Misteri Kelahiran
Belém (dalam bahasa Ibrani, “rumah roti”) adalah kota di Yudea tempat kelahiran Yesus Kristus. Dalam bidang Mariologi, Belém merupakan tempat wujud penuh dari Pengumuman (Anunciação): di sini Maria secara efektif menjadi Ibu dari Anak Allah, memenuhi kehendaknya (Fiat).Narasi Injil
Lukas dan Matius sepakat bahwa kelahiran itu terjadi di Belém, namun dengan perspektif yang berbeda. Lukas (2:1-20) berfokus pada Maria dan Yusuf yang tidak menemukan tempat di penginapan, di depan tempat tidur bayi, dan oleh para gembala. Matius (2:1-12) mencatat kedatangan para Magi dari Timur. Keduanya menekankan kemandulan dan keheningan Maria sebagai latar belakang Misteri.Maria di Belém: Kontemplasi dan Meditasi
“Maria menyimpan semua hal itu dan merenungkannya di hatinya” (Lukas 2:19) merupakan salah satu karakterisasi paling mendalam dari Maria dalam Injil. Di Belém, tidak hanya Yesus yang lahir, tetapi juga muncul sosok Maria sebagai wanita kontemplatif, model pendengaran dan kecerdasan iman.Basilika Kelahiran
Basilika Kelahiran, dibangun di atas gua yang diidentifikasi sebagai tempat kelahiran, adalah tempat ibadah Kristen tertua yang masih digunakan. Situs Warisan Dunia UNESCO ini dikelola oleh umat Kristen Ortodoks Yunani, Armenia, dan Fransiskan. Altar di dalam gua memiliki ukiran: “Di sini, dari Maria, Yesus Kristus lahir.”Bacaan Tambahan:
– Mariologi – Teologi Mariana – Penampakan-penampakan Maria – Program Pascasarjana MariologiPasca-Sarjana dalam Mariologi
Ingin mendalami pengetahuan Anda tentang Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus, sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?
Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, mulai dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.
Responses