Fátima: Pesan dan Penampakan 1917

Fátima, Pesan dan Penampakan 1917
Fátima adalah salah satu tempat suci Maria terbesar di dunia dan pusat spiritual dari Institut *Locus Mariologicus*. Penampakan Maria kepada tiga gembala muda, Lúcia, Francisco, dan Jacinta, dari Mei hingga Oktober 1917, merupakan peristiwa marian yang paling banyak didokumentasikan dan dipelajari pada abad ke-20.Enam Penampakan
Maria muncul di Gua Iria enam kali, dari 13 Mei hingga 13 Oktober 1917. Dalam setiap penampakan, pesan utama yang disampaikan adalah panggilan untuk berdoa (terutama Doa Rosari), bertobat, dan berbalik dari dosa. “Milah Matahari”, yang disaksikan oleh sekitar 70.000 orang, menandai akhir penampakan.Tiga Rahasia
Maria mengungkapkan tiga rahasia: pertama, penglihatan Neraka. Kedua, peringatan tentang Perang Dunia Kedua dan peran Rusia. Ketiga, rahasia yang diungkapkan oleh Vatikan pada tahun 2000, menggambarkan penglihatan apokaliptik. Kardinal Ratzinger (Bento XVI) menerbitkan komentar teologis yang luas tentang rahasia ketiga.Persetujuan dan Dampak
Biskup Leiria menyetujui penampakan pada tahun 1930. Paus Yohanes Paulus II, yang selamat dari upaya pembunuhan pada 13 Mei 1981, mengunjungi Fátima untuk berterima kasih kepada Maria. Fátima menerima jutaan peziarah dari seluruh dunia setiap tahun, menjadikannya tempat ziarah kedua terbesar di Eropa.Selengkapnya tentang topik-topik terkait: *Mariologi*, *Bunda Maria Fátima*, *Penampakan Maria*, dan *Program Pascasarjana Mariologi*.Program Pascasarjana dalam Mariologi
Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus – sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?
Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.
Responses