San Jose, pria sunyi: teologi sunyi Jose

Saint Joseph, priawan bisu: teologi mendalam dari bisu Saint Joseph di Injil.
Saint Joseph priawan bisu: pengantar
Saint Joseph priawan bisu adalah salah satu gelar paling ekspresif dari spiritualitas Josefina. Di Injil, Saint Joseph tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun: ia adalah pria bisu. Namun bisu Saint Joseph bukan berarti kosong, ia adalah bisu iman, kepatuhan, dan doa. Ini adalah kata yang lebih dalam daripada banyak kata.
I. Saint Joseph priawan bisu di Injil
Matius dan Lukas memperkenalkan kita kepada Saint Joseph priawan bisu: ia menerima pengumuman dari malaikat dalam mimpi (Mt 1:20-24, 2:13-15, 2:19-22), patuh segera, membimbing Keluarga Suci, tetapi tidak pernah berbicara. Pilihan sastra para Injil ini tidaklah sepele. Saint Joseph priawan bisu adalah figur orang adil dari AT, seorang pemikir Firman.
II. Bisu Saint Joseph sebagai kepatuhan
Bisu Saint Joseph priawan bisu lebih dahulu adalah kepatuhan. Ketika menerima perintah dari malaikat, «lakukan seperti yang diperintahkan oleh malaikat» (Mt 1:24). Ia tidak menjawab, tidak bernegosiasi, tidak membela diri. Ia mematuhi. Saint Joseph priawan bisu mengajarkan bahwa kepatuhan Kristen sejati lebih bersifat faktual daripada verbal.
III. Saint Joseph priawan bisu dan pengawalan Firman
Saint Joseph priawan bisu adalah pengawal Firman yang Ditempatkan. Liturgi menyebutnya sebagai «ayah angkat Yesus» dan «suami dari Perawan Maria». Mengawasi Firman membutuhkan bisu interior. Saint Joseph priawan bisu menjadi teladan bagi semua orang di Gereja yang dipanggil untuk menjaga Kristus dalam kehidupan mereka.
IV. Saint Joseph priawan bisu dalam Magisteri
Magisteri modern secara bertahap menghargai figur Saint Joseph priawan bisu. Leo XIII dalam Quamquam Pluries, Paulus VI dan Yohanes Paulus II dalam Redemptoris Custos, Benediktus XVI, dan Fransiskus dengan Patris Corde telah merenungkan bisu Saint Joseph sebagai pesan bagi Gereja. Saint Joseph priawan bisu saat ini sangat relevan.
V. Spiritualitas Saint Joseph priawan bisu
Hidup berdasarkan spiritualitas Saint Joseph priawan bisu berarti menumbuhkan bisu interior, mendengarkan Firman, mempraktikkan kepatuhan yang diam, menjaga keluarga dan kepercayaan yang diberikan. Saint Joseph priawan bisu adalah pelindung Gereja universal dan terutama kehidupan batin. Pembaca dapat menggali lebih dalam dalam Patris Corde dari Paus Fransiskus.
Lanjutkan studi Anda: jelajahi portal Mariologi, Teologi Mariana, dan spiritualitas Keluarga Suci di Locus Mariologicus.
Pasca-Sarjana dalam Mariologi
Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus, sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.Lihat juga:
Ingin mendalami josefologi?
Locus Mariologicus sedang mempersiapkan kelas Josefologi – studi ilmiah tentang Santa José dalam Alkitab, Tradisi, dan Magisteri. Bergabunglah dengan daftar tunggu dan dapatkan pemberitahuan saat pendaftaran dibuka.
Responses