Theotokos (Teotócos), Ibu Tuhan: judul sentral dalam mariologi

Aula 0 Langsung · Selasa, 8 September, 20h (Jakarta)

Program Pascasarjana dalam Mariologi yang disajikan: 30 mata kuliah, dua gelar (Kemenag dan Roma) dan persyaratan kelas 26/27. Gratis, melalui YouTube.

Jamin Tempatku

Theotókos, Etimologi dan Maknanya

Istilah Yunani *Theotókos* (Θεοτόκος) terdiri dari *Theós* (Deus) dan *tíktô* (melahirkan, melahirkan), yang secara harfiah berarti “yang melahirkan Tuhan” atau “Ibu Tuhan”. Ini adalah gelar marian tertinggi dan paling diperdebatkan dalam sejarah Kekristenan, dan definisinya secara dogmatik dalam Konsili Efesus (431) menandai momen pendiri mariologi dogmatik. Ini bukan sekadar gelar untuk Maria, tetapi tentang Kristus: dengan menyatakan bahwa Maria adalah Ibu Tuhan, Gereja menegaskan bahwa yang lahir dari dia benar-benar Tuhan, bukan hanya manusia yang diadopsi oleh keilahian setelah kelahiran.

Dari Sumber Patristik ke Konsili Efesus

Penggunaan terdokumentasi paling awal dari *Theotókos* ditemukan pada Origen dari Alexandria (abad ke-3), yang menggunakannya dalam konteks eksegesis. Athanasius dari Alexandria (abad ke-4) mempopulerkan gelar ini dan membela terhadap Arianis, yang menolak implikasi kristologisnya. Krisis memuncak dengan Nestorius, uskup Konstantinopel (428-431), yang mengusulkan untuk mengganti *Theotókos* dengan *Christotókos* (“Ibu Kristus”) untuk menghindari kebingungan antara sifat ilahi dan manusia Yesus. Cyril dari Alexandria menanggapi dengan dua belas anatematisme dan memanggil konsili. Dalam Konsili Efesus (431), yang diadakan di Basilika Santa Maria, para uskup mendefinisikan bahwa Maria benar-benar *Theotókos* dan menggulingkan Nestorius. Penduduk Efesus merayakan dengan menyalakan lilin di jalan-jalan.

*Theotókos* dan Mariologi Kontemporer

Definisi *Theotókos* di Efesus bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi prinsip dasar seluruh mariologi. Semua dogma marian selanjutnya, Keperawanan Abadi, Imakulasi Konsepsi (1854), dan Asensi (1950), didasarkan dan mengembangkan apa yang terkandung dalam *Theotókos*: Maria adalah Ibu Tuhan yang menjadi manusia, dan kehebatan uniknya berasal secara eksklusif dari keibuan ilahi. Konsili Vatikan II (LG 53) mengonfirmasi: “Maria, dengan bergabung sebagai Ibu dalam misteri Kristus, memperoleh, oleh karunia khusus Allah, sebuah karunia yang melampaui semuanya.”Ekumenisme kontemporer mengakui *Theotókos* sebagai salah satu gelar marian yang dibagikan oleh Katolik, Ortodoks, dan beberapa tradisi Protestan (Luther tidak pernah menolaknya). Paus Yohanes Paulus II, dalam *Redemptoris Mater* (1987), melihat *Theotókos* sebagai dasar dimensi marian Gereja dan titik awal seluruh mariologi ekumenis.

Jelajahi Lebih Lanjut:

– Mariologi – Dogma-dogma Marian – Kecharitomene – Teologia Mariana – Program Pascasarjana Mariologi

Pasca-Sarjana di Mariologi

Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus, sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.

Daftar atau pelajari lebih lanjut →

Perayaan Santa Maria, Ibu Tuhan

Gereja merayakan Kenaikan Santa Maria, Ibu Tuhan, pada tanggal 1 Januari, yaitu hari kedelapan Natal – menandai puncak waktu Natal dengan gelar yang merangkum seluruh misteri: Anak yang lahir dari Maria adalah Tuhan yang bersama-sama kita. Ini juga merupakan dogma Maria pertama dan tertua dari empat dogma, yang menjadi dasar semua dogma lainnya.

Pertanyaan Umum

Apa makna Theotokos?

Artinya “Ibu Tuhan”: menyatakan bahwa yang dihasilkan Maria menurut daging benar-benar Tuhan.

Kapan Maria ditetapkan sebagai Ibu Tuhan?

Pada Konsili Efesus tahun 431, sebagai penolakan terhadap posisi Nestorius.

Apakah menyebut Maria sebagai Ibu Tuhan menyamakan Dia dengan Tuhan?

Tidak. Ini tidak menyatakan bahwa Maria menciptakan keilahian, tetapi bahwa Dia melahirkan, dalam daging, Putra Tuhan yang menjadi manusia. Ini adalah pernyataan tentang Kristus.

Pelajari apa yang diajarkan Gereja tentang Maria sebagai Perantara segala rahmat.

Lihat juga

Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?

Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.

Pelajari Pascasarjana Mariologi

Related Articles

Responses