John Paul II – Surat kepada Keluarga dan Surat kepada Wanita: Maria dan Genius Perempuan
Surat kepada Keluarga (2 Februari 1994)
Surat ini diterbitkan pada perayaan Perkenalan Tuhan, episode marian yang paling menonjol dalam liturgi, dan berisi bagian akhir tentang Keluarga Kudus Nazaret sebagai model keluarga Kristen kontemporer:> “Nazaret adalah ‘sekolah’ yang harus dikunjungi oleh semua orang tua dan anak-anak Kristen. Di sana, mari kita pelajari bagaimana cinta keluarga adalah penghormatan terhadap misteri orang lain. Maria dan Yusuf, orang tua Yesus, mengajarkan kepada Anak-Nya, tetapi pada saat yang sama mereka sendiri belajar darinya, bahkan lebih dari itu, mereka menjadi murid-murid-Nya.”Surat kepada Wanita (29 Juni 1995)
Surat kepada Wanita ditulis di dekat Konferensi Dunia Keempat tentang Wanita PBB (Peking, September 1995). Paus Yohanes Paulus II ingin Gereja Katolik mengirimkan pesan yang jelas tentang martabat wanita ke konferensi tersebut, dan ia melakukannya melalui Surat ini.Figur sentral dalam surat ini adalah Maria. Bagian ke-11 secara eksplisit didedikasikan untuk Maria sebagai model definitif martabat wanita:> “Bunda Perawan Maria adalah wanita tertinggi. Ia, dalam mana Keberlanjutan Tuhan dinyatakan secara sempurna dalam daging manusia, adalah contoh tertinggi wanita. Di Maria, kita percaya bahwa ‘keistimewaan pernikahan asli’ adalah mulia dan tinggi di atas semua kemampuan manusia. Maria mengajarkan kita bahwa wanita bukan di bawah pria, tetapi unik dan esensial.”Maksimal dari semua wanita adalah Bunda Pertiwi yang Beatissima Virgin Maria. Dia, di mana kedudukan sempurna Tuhan dinyatakan sebagai ibu dari daging manusia, adalah contoh wanita yang paling sempurna. Di Maria, kami percaya bahwa “matrimonialitas pristina” kami mulia dan terangkat lebih tinggi dari setiap kemampuan manusia.
Genius Wanita dan Maria
Surat kepada Wanita mengembangkan ide yang sangat asli dari mariologi Yohanes Paulus II: “Genius Wanita” (genius femineus). Maria adalah manifestasi sempurna dari genius ini:
- Kemampuan Menghargai: Maria mendengarkan dan menghargai Firman (Lukas 1:38)
- Kemampuan Memeditasi: Maria menyimpan dalam hatinya (Lukas 2:19)
- Kemampuan Menyerahkan: Maria menyerahkan Anak-Nya ke Bait Suci, kemudian ke Salib
- Kemampuan Membangun Hubungan: Maria mempersatukan rasul dan Gereja (Akt 1:14)
Permintaan Maaf (Surat kepada Wanita No. 3)
Salah satu teks paling mengejutkan dari Surat tersebut adalah permintaan maaf Yohanes Paulus II kepada wanita atas kesalahan historis Gereja terhadap mereka:
“Jika ada kesalahan yang dilancarkan terhadap wanita oleh Gereja itu sendiri… kami memohon juga atas nama kasih karunia Tuhan.“
Permintaan maaf ini, yang kemudian dikonfirmasi dalam permintaan maaf pada Tahun Suci 2000, menunjukkan sebuah magisteri marian yang tidak hanya apologis tetapi kritis, pengingat, dan dialogis.
Ringkasan: Tritunggal Maria-Wanita-Keluarga
Ketiga dokumen besar Yohanes Paulus II tentang wanita, Mulieris Dignitatem (1988), Surat kepada Keluarga (1994), Surat kepada Wanita (1995), bersama dengan ensiklik marian (Redemptoris Mater 1987, Rosarium Virginis Mariae 2002), membentuk magisteri marian-wanita yang paling berkembang dalam sejarah kepausan.
Baca Lanjutan
Mulieris Dignitatem | Redemptoris Mater | Rosarium Virginis Mariae | Familiaris Consortio | Tahun Mariano 1987-1988
Pasca-Sarjana di Mariologi
Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus, sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.Apakah Anda ingin mempelajari mariologi secara serius?
Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Program Pascasarjana Mariologi membawa Anda ke sumber yang sama, dengan bimbingan akademik: Alkitab, Para Bapa Gereja, dan Magisteri, dari dogma pertama hingga isu-isu kontemporer.
Responses