Ratu para para Malaikat, gelar dalam Liturgi Loreto“Ratu para Malaikat” (Regina Angelorum) adalah salah satu gelar tertua dan paling formal dalam Liturgi Loreto, daftar gelar marian yang disetujui oleh Tahta Suci dan digunakan secara liturgis sejak abad ke-16. Gelar ini masuk dalam rangkaian gelar kerajaan marian, Ratu para Patriark, para Nabi, para Rasul, para Martir, para Pengaku Iman, para Perawan, yang mencapai puncaknya dalam “Ratu semua Orang Kudus” dan “Ratu yang Tidak Terkotori dari Dosa Asli”. Kerajaan Maria atas para malaikat adalah, dalam rangkaian gelar ini, gelar dengan cakupan kosmik yang paling luas: Maria memerintah atas makhluk tertinggi di alam semesta.Dasar Alkitab, Wanita di Kitab WahyuTeks Alkitab yang paling langsung terkait dengan gelar “Ratu para Malaikat” adalah Kitab Wahyu 12:1: “Muncullah di langit sebuah tanda besar: seorang Wanita yang berpakaian matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan di kepalanya sebuah mahkota dari dua belas bintang.” Mahkota dari dua belas bintang adalah simbol ikonografi yang paling menonjol dari kerajaan Maria, “Wanita yang dikoronai” yang tradisi patristik dan Magisteri mengidentifikasi dengan Maria dan Gereja (LG 63). Wanita ini dibantu oleh para malaikat dan dilindungi oleh Arkanjel Mikail dan pasukannya melawan naga (Wahyu 12:7-9), yang menempatkan Maria di pusat hubungan antara para malaikat dan rencana keselamatan Allah.Maria, para Arkanjel, dan Kerajaan RohaniHubungan Maria dengan tiga arkanjel yang disebutkan dalam Alkitab menentukan kerajaan malaikatnya secara konkret. Arkanjel Gabriel adalah pengumum yang memberkati Maria dan mengumumkan Inkarnasi, melayani Maria pada momen tertinggi misinya. Arkanjel Mikail bertempur melawan naga yang mengejar Wanita yang dikoronai dari dua belas bintang (Wahyu 12:7-9), bertindak sebagai pelindung Maria dan Gereja. Arkanjel Rafael, dengan membimbing Tobit dan mengusir Asmodeus, memprediksi perlindungan malaikat yang mengelilingi Maria sebagai Perawan yang tidak ternoda, yang kebal terhadap kekuatan kejahatan. Dalam ketiga arkanjel, tradisi mariologi mengakui para pelayan Ratu.Selamat lanjutkan studi Anda: jelajahi Angeologi, Arkanjel Mikail, Arkanjel Gabriel, Angeologi Kontemporer, dan Program Pascasarjana Mariologi.
Pasca-Sarjana dalam Mariologi
Ingin memperdalam pengetahuan Anda tentang Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus – sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.
Apakah Anda ingin mempelajari Angelologi secara akademis?
Artikel ini berasal dari karya-karya dalam perpustakaan Locus Mariologicus. Angelologi merupakan salah satu disiplin dalam Program Pascasarjana Mariologi, yang mencakup kurikulum 360 jam mulai dari Alkitab hingga Para Bapa Gereja dan Magisteri.
I. Iman Maria pada Pengumuman: Dasar Teologis Dasar teologis dari iman Maria terletak pada episode Pengumuman yang diceritakan oleh Lukas 1:26-38. Tradisi eksegesis, dari Santo…
Maria, Perawan Tuhan, terangilah makna kehidupan, iman, dan misi Kristen di dunia. Perkuat keindahan panggilan marian dalam pelayanan bagi orang-orang yang dibaptis.
Menjelajahi keaslian narasi Asumsi Maria: menggabungkan iman dan ketelitian sejarah dalam studi mariologi mendalam, dengan mempelajari sumber dan tradisi.
Belajarlah dari Maria seni doa mistik Trinitas, menurut Paus Yohanes Paulus II, dan temukan bagaimana kesucian Kristen dapat dijalani dengan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Responses