Angelus: doa pengumuman yang diucapkan tiga kali sehari

Angelus, Doa Tiga Kali Sehari
Angelus (dari bahasa Latin *Angelus Domini*, “Anak Surga”) adalah doa marian tradisional Barat yang diucapkan tiga kali sehari saat lonceng berbunyi: pagi, tengah hari, dan senja. Doa ini merayakan misteri Pengumuman dan Inkarnasi Kata (Verbo). Eksortasi Apostolik *Marialis Cultus* (Paulus VI, 1974) menekankan bahwa doa ini “tetap mempertahankan nilai dan keasliannya.”
Struktur Doa
Struktur saat ini dari doa Angelus terdiri dari tiga antifon yang bergantian dengan tiga *Ave Maria*, diikuti oleh sebuah ayat dan doa. Antifon pertama mengingatkan salam Malaikat kepada Maria, yang kedua adalah jawaban Maria (“Hamba Tuhanku”), dan yang ketiga tentang Inkarnasi Kata. Doa terakhir memohon agar, melalui misteri Inkarnasi, kita diarahkan menuju kemuliaan Peningkatan melalui Kematian dan Kebangkitan Kristus.
Asal-usul dan Sejarah
Pembentukan doa Angelus merupakan proses yang panjang, dengan perkembangan selama lebih dari tiga abad. Sejak abad ke-4, Timur telah mencatat pengucapan salam angélik dengan tujuan kultus. Di Barat, sekitar abad ke-13, Para Fraksi Minor (Kapel Pisa, 1263, dipimpin oleh Santo Bonaventura) memperkenalkan kebiasaan mengajak rakyat untuk berdoa kepada Maria beberapa kali saat lonceng berbunyi pada Completas. Doa Angelus tengah hari adalah yang terakhir menyebar luas, terutama pada abad ke-15, sebagian berkat inisiatif Paus Callixtus III (1456) untuk berdoa demi pertahanan Kekristenan yang terancam oleh Turki.
Angelus dalam Magisteri Modern
Pius XII, Yohanes XXIII, dan penerus mereka menjadikan doa Angelus Minggu sebagai salah satu momen doa yang paling terlihat dalam Kepausan Roma, yang disertai dengan pesan kepada rakyat yang berkumpul. Paulus VI, dalam *Marialis Cultus*, menyoroti isi teologisnya: karakter Alkitabiah, ritme hampir liturgis yang mengilahi waktu-waktu yang berbeda dalam sehari, dan keterbukaan terhadap misteri Paskah. Menurut De Fiores, Angelus adalah “kontemplasi harian tentang Inkarnasi,” di mana Maria dipandang sebagai *Putri Sion* yang menerima karunia Roh Kudus dan bekerja dalam sejarah keselamatan.
Perdalam Pengetahuan Anda: jelajahi Mariologi, Teologi Mariana, Aparisi Mariana, dan Program Pascasarjana di Bidang Mariologi.Magisterium Gereja
Angelus Domini nuntiavit Mariae, et concepit de Spiritu Sancto.
Antifon Angelus Domini, Doa Tradisional (Lukas 1:26-38)
📚. Terjemahan harfiah: Malaikat Tuhan memberitahukan kepada Maria, dan Dia mengandung oleh Roh Kudus.
Angelum salutationis recitare, ut antiquum est institutum, totum populum christifidelium in unum cogit ad recogitandum sacrum incarnationis mysterium.
Paulus VI, Exhortasi Apostolik Marialis Cultus, no. 41 (2 Februari 1974)
📚. Terjemahan harfiah: Mencitakan salam angelik, sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan kuno, mengumpulkan seluruh umat Kristen untuk merenungkan bersama-sama misteri suci dari Inkarnasi.
Pasca-Sarjana dalam Mariologi
Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus – sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.Apakah Anda ingin mempelajari Angelologi secara akademis?
Artikel ini berasal dari karya-karya di perpustakaan Locus Mariologicus. Angelologi adalah salah satu disiplin dalam Program Pascasarjana Mariologi, dalam kurikulum 360 jam yang mencakup Alkitab, Bapa-Bapa Gereja, dan Magisteri.
Responses