Kecharitan dalam bahasa Yunani, χάρις (charis), dan teologi kecharitan

Kata Yunani untuk “Graça”

Kata Yunani untuk “graça” adalah χάρις (charis), sebuah kata benda feminin dari kelas ketiga yang berasal dari kata kerja chairō (“alegrakan”). Dalam Alkitab Yunani Baru, *charis* muncul 155 kali, dengan makna yang mencakup: anugerah ilahi, kasih sayang yang bebas, rasa syukur, dan keindahan. Terjemahan Latin yang mapan adalah *gratia*, yang digunakan secara sistematis dalam Vulgata Jerome untuk menerjemahkan *charis* dalam surat-surat Paulus dan tulisan-tulisan Yohanes. Etimologi mengungkapkan struktur teologi: *charis* (graça) adalah hadiah yang bebas yang menghasilkan kegembiraan (*chara*) pada penerima.

*Charis* dalam Paulus: Anugerah sebagai Hadiah Bebas

Rasul Paulus adalah teolog utama *charis*. Dalam Roma 3:24, ia menyatakan: “Kita dibenarkan secara gratis oleh karunia-Nya, melalui pembenaran dalam Kristus Yesus.” Anugerah Paulus adalah: (1) bebas, tidak terperoleh dengan usaha sendiri. (2) efektif, mengubah orang berdosa. (3) universal, ditawarkan kepada semua orang. Dalam Efesus 2:8: “Kau diselamatkan oleh karunia, melalui iman; dan itu bukan berasal dari dirimu, tetapi adalah hadiah dari Allah.” Ungkapan penting *kecharitōménē* di Lukas 1:28 sangat terkait dengan tradisi ini: Maria adalah yang menerima anugerah secara penuh dan abadi.

*Kecharitōménē*: Anugerah Maria

Kata kerja *kecharitōménē* (κεχαριτωμένη) dalam Lukas 1:28 adalah bentuk partisip sempurna pasif dari *charitoō*, kata kerja yang berasal dari *charis*. Dalam bahasa Yunani, bentuk sempurna menunjukkan tindakan masa lalu yang efeknya bertahan hingga saat ini: Maria tidak hanya “menerima anugerah” (seperti tindakan sekali pakai), tetapi berada dalam keadaan telah sepenuhnya diberkati, dan keadaan ini abadi. Ignace de la Potterie, seorang ahli Alkitab Jesuit, menunjukkan bahwa bentuk verbal ini hanya muncul dua kali dalam Alkitab: di Lukas 1:28 (Maria) dan Efesus 1:6 (segenap Gereja). Perbedaannya adalah Maria menerima panggilan, menjadi *kecharitōménē*, yang menjadi nama barunya.

*Charis* vs *Karis*: Perhatikan Ejaan

Dalam pencarian bahasa Indonesia, sering muncul “karis” (dengan k) sebagai ganti “charis” (dengan ch). Kedua ejaan tersebut merujuk pada kata Yunani yang sama, *χάρις*. Sistem transliterasi ilmiah menggunakan *charis* yang mereproduksi digrama Yunani chi (χ). “K” mewakili penyederhanaan fonetik karena chi Yunani diucapkan seperti “c” tersembunyi dalam Yunani klasik, tetapi seperti “h” atau “j” dalam Yunani modern. Untuk studi akademik, bentuk yang benar adalah *charis*.Charis dalam Tradisi PatristikPara para para paraPara para para paraPara para para paraPara para para paraPara para para paraCharis (kebaikan, anugerah) dalam tradisi patristik Gereja Yunani memiliki teologi yang kaya. Clemente dari Alexandria (abad ke-2) melihat anugerah sebagai keindahan jiwa yang diterangi oleh Logos. Orígenes menafsirkan Lk 1:28 sebagai perfectio gratiae (penyempurnaan anugerah) Maria. Dalam sebuah homili tentang Kelahiran Maria, Yohanes Damasceno (abad ke-8) menyatakan: “Chaire, kecharitōménē, Salam padamu, yang penuh dengan anugerah, sebab engkau satu-satunya yang sebelum lahir telah menerima kelimpahan anugerah ilahi yang tidak diberikan kepada makhluk lain.” Mariologi Yunani melihat kecharitōménē sebagai ekspresi Konsepsi Tak Berkotoran, sebelum teologi Latin merumuskan dogma tahun 1854.Gratia plena: Terjemahan dari VulgataPara para untukTerjemahan Jerome, “gratia plena” (penuh anugerah), sangat berpengaruh dalam liturgi dan teologi Barat. Ave Maria dalam bahasa Latin menggunakan “gratia plena“. Terjemahan ini menangkap makna kelimpahan, tetapi kehilangan dimensi waktu dari kata Yunani yang sempurna. Terjemahan yang lebih literal mungkin “Engkau yang telah diberkati dan penuh dengan anugerah.” Debat tentang terjemahan terbaik kecharitōménē merupakan salah satu diskusi eksegesis yang paling kaya pada abad ke-20, dengan kontribusi dari Max Zerwick, René Laurentin, dan Ignace de la Potterie.

Lanjutkan Belajar Anda: Jelajahi Mariologi, Kecharitōménē, Teologi Mariana, Imaculada Konsepsi sebagai Dogma, dan Program Pascasarjana Mariologi.

Pasca-Sarjana dalam Mariologi

Apakah Anda ingin mendalami studi Anda dalam Mariologi? Kenali Program Pasca Sarjana Mariologi dari Locus Mariologicus – sebuah pendidikan akademik yang menggabungkan ketatasan teologis, kehidupan spiritual, dan tradisi hidup Gereja.

Daftar atau pelajari lebih lanjut →

Ketahui apa yang diajarkan Gereja tentang Maria sebagai Perantara semua rahmat.

Related Articles

Responses