Paulus VI – Recurrens mensis October (7 Oktober 1969): teks Latin utuh
Exortasi Apostolik *Recurrens Mensis October* (7 Oktober 1969)
Latar Belakang
Exortasi Apostolik *Recurrens Mensis October* (7 Oktober 1969), yang diterbitkan pada perayaan Perayaan Santa Perawan Maria Rosario, menandai yang ketiga dari serangkaian ensiklik marian Paus Paulus VI yang berfokus pada Rosario untuk perdamaian. Teks lengkapnya dapat ditemukan dalam *Enchiridion Vaticanum* volume 3 (1968-1970), paragraf 1609-1618. Dokumen ini, meskipun kurang dikutip, mengandung kekayaan teologis.Ringkasan Dokumen
| Kategori | Detail | |—|—| | Koleksi | *Enchiridion Vaticanum* volume 3, paragraf 1609-1618 | | Paus | Beato Paulus VI | | Judul Dokumen | *Adhortatio Apostolica Recurrens mensis October* | | Tanggal | 7 Oktober 1969 | | Sumber | *AAS* 61 (1969) 649-654 | | Perayaan | Perayaan Keempat Ratus Tahun Bula *Consueverunt Romani Pontifices* oleh Paus Pius V (1569) |Teks Latin, paragraf 1609: Panggilan Awal
> *Recurrens mensis October opportunitatem Nobis praebet universum populum Christianum denuo adhortandi, ut illa precandi forma usitetur, quae, in catholicorum pietate merito inhaerens, nihil momenti amisit, quod ad difficultates horum temporum attinet: recitationem dicimus sacri Beatae Mariae Virginis Rosarii.*Teks Italia (dari *Enchiridion*)
> *Il ritorno del mese di ottobre ci offre l’occasione di invitare nuovamente tutto il popolo cristiano alla pratica di una forma di preghiera giustamente cara alla pietà cattolica, e che non ha perso la sua attualità nelle difficoltà dell’ora presente: vogliamo parlare del rosario della Santissima Vergine Maria.*Terjemahan Portugis
> *O retorno do mês de outubro nos oferece a oportunidade de convidar novamente todo o povo cristão à prática de uma forma de oração justamente cara à piedade católica, e que nada perdeu de sua atualidade nas dificuldades da hora presente: nos referimos ao Rosário da Santíssima Virgem Maria.*Paragraf 1610: Intensi dan Perdamaian
> *Latino:* *Hoc vero anno omnibus filiis eam proponimus intentionem, quae urgentior et gravior Nobis esse videtur quam umquam alias, ut scilicet pax inter homines et gentes firmetur.*> *Meskipun beberapa kemajuan telah dicapai dan beberapa harapan yang sah bersinar, konflik saudara masih berlangsung; elemen-elemen diskriminasi kembali muncul, dan bahkan hati-hati orang Kristen, yang dipanggil untuk mengikuti Injil kasih yang sama, melihat satu sama lain sebagai lawan.*> *Perpecahan muncul di dalam Gereja antara saudara-saudara yang saling menuduh dan mengutuk. Oleh karena itu, sekarang lebih dari sebelumnya, kita harus mengabdikan diri kita untuk perdamaian dan berdoa demi perdamaian itu.*Bahasa Indonesia: Tahun ini, kami mengajak semua anak-anak untuk memiliki niat yang kami anggap paling mendesak dan serius dari sebelumnya: agar damai terwujud antara manusia dan bangsa-bangsa.Meskipun ada kemajuan dan harapan yang sah, konflik mematikan masih berlangsung; muncul titik-titik panas baru, dan kami menyaksikan umat Kristen yang sama-sama memproklamirkan Injil kasih saling bertarung.Di dalam Gereja sendiri, terjadi kesalahpahaman antara saudara-saudara, yang saling menuduh dan mengutuk. Oleh karena itu, lebih mendesak dari sebelumnya untuk bekerja dan berdoa demi perdamaian.No. 1611: Seratus Tahun Rosaryo yang Ditetapkan oleh Santo Pius V
Latin: Memori anniversaria, plus fiduciae gerens, nos movet: quod est quartum saeculum ex litteris apostolicas, quae a verbis “Consueverunt Romani Pontifices” incipiant, peras; litteris his, Sanctus Pius V, nostrum praefectus, in temporibus quos Ecclesia et mundus quasi perturbatis erant, formam sacrosancti Rosarii, congruentem omni aetati, definivit.Bahasa Indonesia: Juga mendorong kami sebuah peringatan tahunan yang menumbuhkan kepercayaan yang lebih besar: telah berlalu empat abad sejak publikasi Surat-surat Apostolik yang dimulai dengan kata-kata “Consueverunt Romani Pontifices”; dengan Surat-surat ini, Santo Pius V, pendahulu kami, pada masa ketika Gereja dan dunia sangat terguncang, menetapkan bentuk Rosaryo yang kudus yang sesuai untuk setiap usia.
No. 1612-1613: Damai sebagai Karya Tuhan
Latin: Cum pax sine dubio sit causa hominum et bonum omnium commune, oportet de ea sint constanter solliciti cuncti, praesertim ii qui curam habent civitatum et communitatum populorum…Pax est etiam causa Dei: ipse enim animis nostris ardens desiderium pacis iniecit, ipse nos impellit, ut, pro sua quisque parte, huic operam navemus, dum ad hoc debiles vires nostras et nutantes sustinet voluntates. Ipse solus animum pacificum tribuere potest et conatus nostros pacis stabiliendae penitus firmiterque prosperare.Bahasa Indonesia: Karena damai tanpa keraguan adalah penyebab manusia dan kebaikan bersama, semua orang harus terus-menerus peduli tentang hal itu, terutama mereka yang bertanggung jawab atas kehidupan masyarakat dan komunitas.Damai juga merupakan karya Tuhan: Dia sendiri menanamkan keinginan damai dalam hati kami, Dia mendorong kami untuk bekerja demi hal ini, setiap orang sesuai bagiannya, sementara Dia menopang kekuatan kami yang lemah dan keinginan kami yang bergelut untuk mencapai perdamaian. Dia sendiri dapat memberikan hati yang damai dan mendukung usaha kami untuk mencapai perdamaian dengan kuat dan penuh keberhasilan.
Damai tentu merupakan penyebab manusia dan kebaikan umum bagi semua orang, oleh karena itu semua orang harus selalu bersemangat untuk mencapai hal itu, terutama mereka yang bertanggung jawab atas kota dan komunitas bangsa.
Damai juga merupakan penyebab Tuhan: sebab Ia sendiri menanamkan keinginan yang kuat untuk damai di dalam jiwa kita; Ia mendorong kita untuk mengabdikan usaha kita, sesuai dengan kemampuan masing-masing, kepada-Nya sementara Ia mendukung kekuatan kita yang lemah dan keinginan kita yang goyah.
Hanya Dia yang dapat memberikan jiwa yang damai dan memperkaya usaha kita untuk mencapai damai secara mendalam dan kuat.
Rosari sebagai doa pribadi dan komunitas
Dokumen *Recurrens Mensis October* merupakan dokumen paling berani dari Paus Paulus VI tentang Rosari karena ia menekankan dimensi sosial dan politiknya, bukan hanya spiritual pribadi. Rosari adalah senjata damai, alat rekonsiliasi, doa kolektif Gereja melawan bencana modern: perang, perpecahan di dalam Gereja, dan polarisasi sosial.
Koneksi dengan tradisi kepausan
Exhortasi ini sejalan dengan:
- Paus Santo Pius V (1569): Bula *Consueverunt Romani Pontifices* yang mendefinisikan bentuk Rosari
- Paus Leon XIII (1883-1898): tiga belas ensiklik tentang Rosari
- Paus Pius X-XII: penguatan devosi
- Paus Paulus VI: trilogi *Mense Maio*, *Christi Matri Rosarii*, *Recurrens Mensis October*
- Paus Yohanes Paulus II (2002): *Rosarium Virginis Mariae* dengan penambahan Misteri Terang
Warisan pastoral
*Recurrens Mensis October* masih menjadi referensi untuk:
- Bulan Oktober sebagai bulan Rosari di gereja-gereja di seluruh dunia
- Rosari sebagai doa untuk perdamaian dunia, yang diulangi dalam setiap konflik baru
- Kontinuitas pastoral antara Santo Pius V (Lepanto 1571) dan Paus Paulus VI (Vietnam 1969)
Baca lebih lanjut
Marialis Cultus | Mense Maio 1965 | Christi Matri Rosarii 1966 | Rosarium Virginis Mariae | Santo Pius V dan Rosari Lepanto
Responses